
Tanaman kopi PT GRUTI di areal bekas perambahan hutan.
“Limbah kayu ini merupakan sisa dari penebangan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab,” kata Kery Sinaga, Penanggung Jawab Lapangan PT GRUTI, Santu (30/8/2025).
“Limbah kayu ini merupakan sisa dari penebangan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab,” kata Kery Sinaga, Penanggung Jawab Lapangan PT GRUTI, Santu (30/8/2025).
Dijelaskannya, dari awal kehadiran PT GRUTI, kawasan hutan di Desa Parbuluan VI sudah rusak dirambah oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Banyak batang kayu yang sudah tumbang berserakan di sana-sini.
“Kerusakan hutan di Desa Parbuluan VI sudah terjadi sebelum PT GRUTI memulai kegiatan operasional. Jadi jangan dibilang kami yang merusak hutan,” ujar Kery.
Menurutnya, saat ini pihaknya hanya membersihkan lokasi bekas perambahan hutan untuk ditanami kopi sesuai ijin multi usaha yang diberikan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
“Sesuai Rencana Kinerja Usaha (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), limbah kayu yang berserakan tidak boleh dibakar,” terangnya.
Oleh karena itu, PT GRUTI menggandeng BUMDes Corporation untuk mengolah dan memanfaatkan kayu-kayu tersebut.
“Makanya kayu-kayu atau balok yang masih bernilai ekonomis kami serahkan kepada BUMDes untuk mengolahnya,” ujar Kery
Pun begitu BUMDes hanya boleh menjual, tetapi untuk penebangan dan pajak kepada negara tanggung jawab PT GRUTI, karena perusahaan yang punya blok tebangan.
“Kalau mengenai penghasilan dari pengolahan limbah kayu, nanti tanyakan saja kepada pihak BUMDes,” sarannya.
Sementara itu Kepala Desa Parbuluan VI, Parasian Nadeak menyampaikan terimakasih kepada pihak perusahaan PT. Gruti, karena yang mengangkut limbah kayu itu dipercayakan ke BUMDes.
“Kita bersyukur tentang itu, karena PT GRUTI memberikan kepercayaan kepada BUMDes untuk mengelola limbah kayu, sehingga masyarakat kita merasakan ada hasilnya,” sebutnya.
Keuntungan yang diperoleh BUMDes, nantinya digunakan untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat, seperti bantuan untuk pembangunan jalan dan rumah ibadah dan lainnya.
“Kami sudah memberikan bantuan pembangunan Masjid dan bantuan pasir dan batu (sertu) untuk perbaikan jalan rusak secara gotong royong yang dicanangkan bupati,” terangnya. (fjr)




