Breaking News

Polres Dairi Bergerak Cepat Tanggapi Isu Judi Viral, Hasil Pengecekan di Warung NIHIL!

Polres Dairi dan Kapolsek Tigalingga melakukan pengecekan di warung. (fajar gunawan)

DAIRI – Kepolisian Resor (Polres) Dairi dan Polsek Tigalingga langsung merespons cepat informasi yang menyebar luas di media daring dan media sosial mengenai dugaan maraknya aktivitas perjudian di wilayah Kecamatan Tigalingga, Gunung Sitember, dan Tanah Pinem.

Dipimpin oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Dairi, Ipda Irwanta Bangun, dan Kapolsek Tigalingga, IPTU Parlindungan Lumbantoruan, aparat kepolisian segera turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran mendalam.

Fokus pengecekan ditujukan pada dua lokasi warung di sepanjang Jalan Tigalingga–Kuta Buluh dan sebuah warung di Desa Lau Bagot, Tigalingga.

Ironisnya, hasil pengecekan yang dilakukan aparat kepolisian menunjukkan fakta yang bertolak belakang dari isu panas yang beredar.

“Bisa kita lihat, tidak ada aktivitas perjudian dari warung yang kami lakukan pengecekan,” ujar IPTU Parlindungan Lumbantoruan setelah meninjau lokasi, Rabu (22/10/2025).

Kapolsek Tigalingga tersebut menegaskan bahwa dari pemeriksaan di dua titik itu, pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun.

“Jadi, apa yang diberitakan itu tidak benar. Apalagi lokasi perjudian yang diberitakan juga tidak disebutkan secara spesifik,” terangnya.

Meskipun hasilnya nihil, pihak kepolisian tidak lantas berdiam diri. Imbauan tegas tetap disampaikan kepada para pemilik warung dan warga.

“Kami mengimbau kepada pemilik warung dan warga untuk tidak melakukan aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun. Kami akan terus memantau wilayah ini,” kata Parlindungan.

Ia juga menegaskan bahwa Polsek Tigalingga akan menindak tegas jika menemukan adanya praktik perjudian.

Di sisi lain, isu ini turut menyeret oknum kepala desa berinisial BT yang dituduh sebagai pengusaha judi. Saat dihubungi, BT membantah tuduhan tersebut.

“Saya tidak tahu-menahu masalah perjudian yang diberitakan media,” terang BT.

Senada dengan BT, salah satu pemilik warung kopi, Nopan Tarigan, juga membantah adanya perjudian di warungnya.

“Tidak ada itu, di warung saya tidak ada permainan judi. Paling warga yang datang hanya main catur,” ucapnya.

Ia juga menegaskan warung tersebut disewa sendiri untuk berjualan kopi dan makanan, serta tidak ada sangkut pautnya dengan oknum kepala desa berinisial BT. (fajar)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top