
Cekaer.com, Dairi-Selama libur Hari Raya Idul Adha 1446 H, lokasi waisata panatapan puncak Sidiangkat di Jalan Runding Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi ramai didatangi pengunjung.
Wisatawan yang datang tidak hanya dari sekitar Kabupaten Dairi saja. Namun warga dari luar daerah juga banyak berdatangan untuk menikmati keindahan panorama dari puncak tersebut.
Selain banyak spot wisata yang menarik untuk dilihat, pucak Sidiangkat ini juga sangat sejuk udaranya. Sehingga membuat betah penunjang yang datang.
Pengelola wisata, Sion Sinaga mengatakan selama libur hari Raya Idul Adha banyak wisatawan yang datang berkunjung di panatapan puncak Sidiangkat.
“Wisatawan yang datang tidak hanya dari Dairi saja, warga dari luar daerah seperti provinsi Aceh juga banyak yang datang,” kata Sion, Senin (9/6/2025).
Bila dibanding hari libur biasa, lebih ramai saat libur Idul Adha ini.
Hanya saja wisatawan yang datang lebih banyak didominasi para kaum remaja.
“Memang lebih banyak anak-anak muda yang datang liburan kesini untuk menikmati pemandangan dan ber-selfie ria,” ucapnya.
Wisatawan yang datang lebih banyak menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4, sehingga lokasi parkir kadang sampai tidak muat.
“Kalau lagi ramai pengunjung yang datang lokasi parkir kami sampai tidak muat,” ujarnya.
Kepada media salah seorang wisatawan, Sukaedah menyebutkan bahwa dirinya bersama teman-temannya sering berkunjung ke panatapan puncak Sidiangkat.
“Selain murah, terus kalau kayak kami ini ada kenangan lah di sini.
Karena dari dulu jaman sekolah SMP, SMA, kalau cepat pulang pasti ke sini mainnya,” ucap Sukaedah.
Dari puncak ini, bisa melihat-lihat
kota Sidikalang dari jauh, karena kalau di kota kan nggak bisa menikmati suasana kota seperti ini.

“Kalau dari sini bisa menikmati suasana kota. Hanya saja kalau kabut seperti ini memang nggak kelihatan,” ujarnya sambil tertawa.
Ia pun berharap, agar pengelolaan tempat wisatanya ditata lebih baik lagi, seperti bunga-bunga dan spot fotonya dibenahi dan ditambah lagi. Sehingga lebih cantik dan menarik.
“Kemarin itu udah bagus, tapi sekarang bunga-bunganya perlu diganti dan ditambah lagi. Begitu juga dengan pondok-pondok dan spot foto yang mulai pudar warnanya,” harapnya.
Terus tulisan-tulisan itu juga udah mulai pudar warnanya, maunya dipugar lagi gitu. Baru penambahan pondok disebelah sana, karena kan pemandangan
disana lebih indah dan enak dipandang.
“Kalau lagi ramai seperti sekarang ini, pondok-pondok nya udah penuh. Jadi perlu penambahan lagi,” sarannya. (fjr)




